Air tetap sama, turun seperti dulu
Waktu juga tetap berjalan maju
Angin masih sedingin jalan di puncak Pananjakan
Lantas apa yang berbeda, pun yang sama
Pergantian waktu ini yang berubah
Apapun itu rasanya akan sama
Senin, 31 Desember 2012
Pergantian yang sama
Selasa, 25 Desember 2012
Desember datang lagi
Desember sudah di akhir
Masih mengeluarkan basah, namun kehangatan selalu ada
Dekat dengan awal dan akhir, aku tahu
Kuingat-ingat kembali, kutersenyum-senyum sendiri
Kubayangkan lagi, gemas menjadi takjub tak terkira
Aku masih ingat, ketika berada di waktu itu, antara awal dan akhir
Semuanya riuh, melebur
Aku mencoba mengingatnya, mencoba merasakan
Kita merencana, bersiap, lalu hap...tiba di suatu malam yang dingin
Mengikuti cahaya tak tentu, kagum, akhirnya bertemu tujuan
Hilang rasa beban berat, sampai tersadar suara gemelegar di langit hitam
Cerita itu berlanjut hingga kini, cerita kepala berpangku paha
Sabtu, 08 Desember 2012
jarak
Enam ratus Kilometer:
Tiga belas jam, kadang empat belas jam dengan bus;
Dua belas setengah jam bila kereta;
Satu lebih empat puluh lima dengan kapal udara;
tidak bisa kutempuh dengan kapal laut, terlalu aneh;
terlampau berisiko dengan motor roda dua;
tak terbayangkan lelahnya dengan sepeda;
dan tak akan mencoba dengan bajaj walau Bajuri yang membawa.
Hanya enam ratus Kilometer:
Hanya tiga belas jam, kadang empat belas jam dengan bus;
Hanya dua belas setengah jam bila kereta;
Hanya satu lebih empat puluh lima dengan kapal udara;
Hanya akan aneh bila ditempuh dengan kapal laut;
Hanya akan jauh lebih berisiko dengan motor roda dua;
Hanya akan jauh lebih lelah dengan sepeda;
Hanya akan bergetar, mengalami gangguan pendengaran,
dan diekspos banyak orang bila dengan bajaj dan Bajuri.
Sebatas itu.
Aku akan tenang.
Aku akan bersabar.
Aku akan kuat, karena ada kau yang hebat.
Kita akan saling menjangkau dan merengkuh.
Aku percaya, kita mampu menghadapi semua;
bukan karena kita, tapi karena ada kekuatan Maha dasyat yang menopang kita.
(dengan cinta)
20:12 8Desember2012

