Selamat membaca kumpulan cerita kamii....:-)
RSS

Selasa, 30 April 2013

Keluarga Inci


Hari itu 14 April, inci-inci datang. Satu cowok yang tiga cewek. Warna pirang yang cewek dua, satunya mirip cowoknya. Selang beberapa hari manjanya makin keliatan. Sekamar ada yang berdua, sempit desak-desakan. Hobi makan, dan gemar tidur. Beberapa hari begitu terus.

Seminggu berlalu, kangkung jadi makanan favorit mereka. Tingkahnya makin lucu. Namun si cowok kasian. Mata kanannya sakit, mungkin gara-gara kandangnya ga aku bersihin tiap hari. Positif sakit mata kelinciku, obatnya seperti obatku kata sumber dari dunia maya. Beli yang murah ga mempan, setelah dikasih yang mahal ternyata manjur. Berangsur sembuh, hingga kini.

Kebersihan dan menjaga makanan menjadi kunci berteman dengan mereka. Katanya, cewek yang warna abu-abu lagi hamil. Artinya sekitar 3 minggu lagi maksimal, keluarga inci ku akan bertambah...horeee.


Ceritaku

Kejadian ini entah kapan terjadi, aku kurang inget pasti. Tapi kalau diinget-inget lumayan konyol juga.
Jadi rumahku itu deket rel kereta api. Dulu sih waktu masih SD rel itu menjadi primadona anak-anak sekitar. Kalau terdengar klakson kereta yang menggelegar itu, pasti pada keluar rumah sambil nunjuk-nunjuk, ke kereta yang berjalan sambil berkata "sepur". Sekarang setelah besar aku pikir-pikir aneh juga, jelas-jelas kereta masih juga ditunjuk sambil bilang "sepur" yang tak lain dan tak bukan adalah kereta api.

Tapi ceritanya bukan itu, jadi setelah bertahun-tahun rel itu sekarang sebenarnya masih berfungsi, namun sekarang masih belum digunakan 100%, baru tahap perbaikan diberbagai titik. Nah tak sengaja saat itu melintas di rel yang belum dipake itu. Di depan saya melintas motor mendahului sambil memberi kode pake klaksonnya, seketika itu juga saya bengong. Nah, kalo kereta api emang cukup dengan klakson hadeh...

Jadi kalo di perlintasan kereta jangan sekedar kasih tanda klakson ya,, baik motor ato mobil. Ntar kalo udah jadi kebiasaan bisa jadi bahaya

Amin

Saat kau terberkati itu,
tidak hanya Langit yang gembira.
Aku pun juga.
Aku akan loncat.
Aku akan teriak.
Bersorak!
Aku bisa bantu kau pilih-pilah nama:
Agustinus, Yohanes, Aloysius, Petrus, bahkan Matius.
Ada sederet buku yang bisa jadi acuan,
atau orang-orang terpandang yang sukses di hadapan Langit.
Aku menulis yang baik, agar berakhir baik.
Amin = Aku percaya.

-aragil-


Minggu, 21 April 2013

Jendela Dunia, itu buku...

Buku, entah sejak kapan mulai gandrung dengan benda ini. Apalagi kalau ada kata fotografi, photografy, fotography, photography bermacam-macam generasi ejaan. Muncul begitu aja, sekarang semakin keranjingan, ekstrimnya ketagihan.
Bahasa belanda, bahasa Indonesia lama, baru, sampai yang sekarang ada di almari. Buku foto, ato kerennya photobook jadi target, seru memelototi karya-karya orang ternama, bahkan yang biasa pun -karya sendiri pun kadang dikagumi-.

Semua genre, praktek, teori, sampai hanya berisi foto berjejer pun masuk hintungan. Harga, sama halnya, mulai dari tiga ribu, kalau ingin tahu. Lusuh, bau debu, wangi kertas yang kadang aku pegang. Tak jarang juga ada yang bau cina heee, istilah bau barang baru kata orang-orang begitu.

Target bulan ini, minimal satu bukufoto. Amin

Agilbos ---habis dari klitian

Senin, 01 April 2013

Awal Hari --sesek and prau project

Tepat tanggal satu, pembuka hari bulan ketiga tahun ini. Semangat tinggi, kujejaki jalan yang jarang kulewati. Menuju tempat yang memang dari kemarin aku rencanakan. Badanku seolah di bawa roda-roda berputar di bawahku menuju pinggiran bengawan. Kabut putih begitu pekat saat aku lewat. Butuh tiga puluh menit, mungkin lebih, aku berhasil mendekati aliran cokelat pembelah daratan. Kumulai membuka obrolan, kepada prau dan penunggunya pagi itu.



Proyek ini akan berat, tapi aku yakin harus dikerjakan dan hanya bisa maju untuk satu kata, berhasil.

Agil-DianaMini-Lucky BW 100