Satu kata jarang terjadi, tapi entah sadar atau tidak sekitar...
ah..bersambung sabar ya hehehehe
Jumat, 28 Februari 2014
Imbuh
Posted in |
09.28 | by aragilstory
Sabtu, 22 Februari 2014
Kusolo Recycle Project
Posted in |
12.55 | by aragilstory
Kusolo Recycle Project
Karya baru kami kerja bareng sama dik Lucia. Buat buku agenda handmade. Bisa sistem pre-order bisa juga langsung nyomot yang ready di websitenya. Masih baru mulai, dengan website sedikit abal-abal. Tapi dengan kami kerjakan dengan serius, semoga bisa uhui kedepannya. Berawal dari pesanan teman waktu libur kuliah, ide proyek ini lahir. Kreasi bahan bekas menjadi barang berkualitas, mungkin bisa menjadi tag line kami nanti.
Baru memulai, semoga bisa lanjut terus, dan tidak bosan berkarya. Baru ngelahirin beberapa desain, bagi siapa aja yang mempunyai ide gagasan atau ingin karyanya digunakan untuk kami karyakan, langsung aja mampir ke Kusolo Recycle Project langsung menuju contact nya yak. Menerima kertas bekas dan lukisan jenis apapun, aliran apapun. Untuk penghargaan bagi pengirim, nanti bisa ditukar dengan buku agenda cantik dari kami.
So,,,tunggu apalagi, bagi yang berminat dan tertarik apa itu Kusolo Recycle Project, langsung mampir ke websitenya yak, atau langsung kontak-kontakan aja, ada alamatnya komplit.
Kami tunggu pesanan dan karya kalian teman...
Rabu, 19 Februari 2014
Titik dan koma
Posted in |
08.59 | by aragilstory
Bukan nama hewan berkaki emapat. Tapi suasana di sekitarku sekarang. Padahal kupingku masih normal. Identik dengan hening, salahku juga kenapa masih aku rasa-rasakan. Toh memang itu yang sebenarnya terjadi. Pagi biasa melihat punggungmu sampai menghilang, dan saat malam menunggu raut tak terduga muncul dari balik kelam. Sekarang tidak begitu, tapi kureka seakan-akan terjadi. Hanya beberapa hari saja, tapi memang sepi. Jadi ingat sebelum-sebelumnya, hari-hari dengan sendiri.
Aku tiba-tiba ingat ingin menulis. Mengetik, hingga jari-jariku mendarat di tuts-tust keyboard netbook kuningku. Kembali ingat, masa-masa saat menggunakan 11 jari, ya benar-benar sejumlah itu. Lebih dari satu jumlah jari normal. Penuh antusias, jari sebelas mata mengarah ke bawah sesekali melihat layar kotak 14 inchi. Berkursi dua, saling berganti, tapi aku menyebutnya saling berebut amenguasai. Sialnya aku orang yang pengalah, kubiarkan temanku bermain lebih lama. Aku hanya mengingat.
Sekarang, setelah lama bertahun-tahun, aku hanya bisa mengetik dengann 10 jari kurang satu. Mataku sesekali melihat ke bawah, beda saat dulu. Kotakan yang dulu besar, sekarang juga mengecil. Kuhadapi sendiri, tidak berdesakan tidak berebutan ataupun membentuk antrean. Lantas apa gunanya aku mengingatnya. Bukankah tadi aku bernyanyi tentang sepi. Memang tidak terkait, aku hanya membiarkan jari yang bersepuluh ini lelah, sampai berhenti di satu titik. Tidak tahu kenapa aku memilih titik, bukan juga nama depan seorang artis. Ini tanda baca atau apalah orang menyebutnya. Nanti sampai satu titik, aku ingin membunuh sepi sampai sekarang masih koma, salah kalau diartikan hampir mati. Tapi memang rasanya kadang membuat melayang, tertidur tiba-tiba tersadar.Awalnya sepi, lalu kembali ke zaman sebelas jari, hingga era sepuluh jari. Semua masih belum tertata, belum rapi. Titik dan koma masih ada.
Aku harap koma jalanku menuju titik tujuanku selalu bersamamu. Titik komaku, aku mau kamu di sini
#ada wedang panas ga le...kode
Kamis, 06 Februari 2014
Senin, 03 Februari 2014
Bulan Kedua Datang
Posted in |
14.21 | by aragilstory
Bulan kedua hari kedua
hari ini hujan pagi
siang mendung sore mendung
entah malamnya
belum sampai malam
mungkin hujan datang
ah kenapa bukan kamu saja yang datang sekarang
Datang dan pergi adalah biasa
tapi kedatanganmu selalu tidak biasa
kadang datang dengan senang
tidak jarang datang dengan gembira
aku ingin semua sama artinya
sama dengan rasa ini jika menyambut kedatanganmu
Kapan kau akan datang
pertanyaan sederhana
tapi kadang susah terjawab
kadang tak bisa datang
kadang datang terlambat
kadang tidak sama sekali
aku benci yang terakhir
Aku sudah datang sekarang
hanya saja, maaf lama benar kedatanganku ini
tentu aku mau maafmu
aku sudah datang
kuharap membawa bingkisan senyum
karena aku datang hanya untukmu
senin sore ) tiba-tiba saja, saat ingin kau datang
tapi cukup, kau datang dalam anganku, menuntun kata-kata ini
Langganan:
Komentar (Atom)
