Tiba kita di penghujung bulan, yang tak biasa. Berulang empat tahun sekali. Penghujung bulan di tahun kabisat. Hujan, basah, dingin menjadi kombinasi senin sore ini. Tidak ada yang spesial, tapi syukur pasti selalu menyala. Tanpa itu, semua pasti tak ada nilainya. Kereta menuju tanah abang masih biasa, tak terlalu padat tapi juga ga sepi. Cukup untuk berdiri mematung memikirkan pertemuan kita malam ini. Tanah abang belum ketahuan kabarmya, penuh sesak atau sebaliknya. Tebakanku masih sama, penuh !!!Turun perlahan menujubtangga, jelas tak bisa.
Kereta lumayan sepi, dapat tempat favorit. Dekat pintu mepet pembatas tempat duduk. Tempat ekslusif buat orang berperawakan ceking seperti aku. Ternyata tulisanku ga hilang , ga seperti yang kubayangkan barusan. Wajah-wajah bermasker, tawa lepas kelas pekerja pasar, ibu hamil khusuk dengan smartphone nya menjadi pemandangan sore ini. Diluar masih gerimis, didalam aku meringis. Laper.
Senin, 29 Februari 2016
penguhujung bulan
Posted in |
18.13 | by aragilstory
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar