Selamat membaca kumpulan cerita kamii....:-)
RSS

Senin, 13 Agustus 2012

Kriiinggg... Kriiinggg... Yellow??!



Kalau lagi long distance relationship kayak sekarang ini jadi sering inget masa-masa waktu baru-baru berduaan dulu. Begitu mata melek, yang diingat pertama kali bukannya mengucap syukur dulu karena udah dikasih hari baru sekali lagi, tapi malah langsung ambil handphone. Pencet nomer pacar terus pacaran di telepon. Durasinya tergantung acara hari itu, kalau ga ada kuliah atau ga ada janji pergi kemana, biasanya suka 1 -2 jam, sampai-sampai matahari udah tinggi. Herannya habis telpon-telponan lama banget kayak gitu, siangnya ketemuan.


Jadwal siang juga ga jauh-jauh dari makan bareng, main internet bareng, ngobrol bareng, bobok bareng (eh..). Pokoknya semua bareng-bareng sampai malam hari saat waktunya pintu kos ditutup. Dan aktivitas itu dilakukan berulang-ulang tiap hari tanpa ada rasa bosen. Kadang, rutinitas makan, main internet, ngobrol, bobok (eh..lagi), diselingi dengan hunting poto entah berdua atau bareng-bareng yang lain. Kadang juga jalan-jalan nyari tempat panas buat maen air (pantai maksudnya), atau kadang nyari tempat yang dingin buat bobok bareng (bobok bareng lagi >v< hahaha). Diselang-seling lah, ga ada bosennya. Menyenangkan!


Harusnya kalau udah long distance kayak sekarang ini kan kualitas telponan jadi meningkat karena emang jarang ketemu. Tapi anehnya kualitas telponnya jadi menurun, mungkin karena yang diseberang sana lagi capek berat, padahal yang disini super duper excited. Kadang yang disana kangen berat, disini lagi bantuin adeknya bikin prakarya buat ospek. Kadang kalau pagi, yang disini harus masak, kadang yang disana ngangkut kayu (capek booo). Diakalin lah, jadwal telponnya diganti malam. Ini dia yang susah, kalau malam yang disana pasti cepet ngantuk, kalau udah ngantuk jadi cepat boring, kalau udah boring bawaannya marah-marah mulu. Alasannya sih karena yang pertanyaannya ga bisa dijawab karena ga tau jawabannya. Padahal yang disini nanya-nanya karena pengen tahu keadaan serinci-rincinya disana (makan tuh kepo! Salah sendiri haaha).


Diakalin lagi, pakai yahoo! Messenger, biar bisa ada gambarnya, biar lebi seru dan kadar kangennya bisa menguap lebih cepat dibanding hanya diobatin dengan dengar suara. Tapi rupanya manusia itu tidak hanya dapat dipuaskan hanya melihat secara visual saja, harus juga mendengar. Sayangnya, headset dan computer saya tidak dilengkapi dengan fasilitas microphone, alhasil tidak ada suara yang bisa didengar di seberang sana. Dan saya harus puas dengan ngobrol via chatting yang bakalan berujung menonton orang tertidur diujung sana karena terlalu lama menunggu saya mengetik atau karena koneksi lambat membuat tulisan saya lama terkirim.


Kabar gembiranya, ga lama lagi bakal saling kunjung-mengunjungi, jadi bisa tertebus rasa kangennya. Dan saat bertemu itu harus diagendakan rapat akbar untuk membahas masalah perkomunikasian yang nyaman yang dapat membunuh kangen.


Sekian live report dari Pamulang,

-Ara-


*gambar girl on can telephone: www.123rf.com

*gambar boy on can telephone: minimedia.com.au

Kamis, 09 Agustus 2012

Ke Mall? Nope!

sumber: www.123freefactors.com

Sudah dua minggu saya berpetualang sendiri (nggak sa ma Agil). Minggu lalu saya ke mall, sesuatu yang saya jarang lakukan kalau lagi kumpul sama Agil. Namun perlu diingat, sesuatu yang jarang saya lakukan itu tidak menjadi keluhan, malah sebaliknya.


Jalan-jalan ke mall itu disaster! Kaki capek, uang habis. Sesuatu yang nggak enjoy banget. Oke saya suka jalan-jalan ke pasar swalayan, t api itu beda banget sama jalan ke mall. Di p asar swalayan saya bisa kalap mata liat roti tawar pake coklat. Liat indomie rasa rending, lihat puding dan jeli. Jiwa ibu-ibunya keluar banget gitu.

Balik lagi kita bahas jalan-jalan ke mall. Teori saya tentang jalan-jalan ke mall itu disaster terbukti. Hasil dari perburuan ke mall minggu lalu itu melenceng dari yang sudah direncanakan di rumah. Saya berencana membeli blouse putih saja, sedangkan adik saya berencana beli convers. Tahu apa yang kami dapat? Kami dapat bra 4 b iji dan celana dalam 3 biji. Beda jauh kan?

Alasannya bisa begitu ada banyak. Saat sampai outlet baju-baju yang buanyak itu, saya lihat satu persatu. Kemeja simple warna putih yang jadi rapih kalo dipakai. None! Ga ada yang sesuai konsep saya. Tema baju yang dijual semuanya adalah blouse dengan bahan “kiwir-kiwir”. Bukannya saya antipasti, tapi kebutuhan saya bukan yang kayak gitu aja. Ada yang rapi, tapi warnanya ga putih dan kembang-kembang atau bergaris. Saya frustasi dan memutuskan menghentikan perburuan saya, dengan bilang: sudah ah, njahitin aja. Padahal saya tahu, saya ga bakal dalam waktu dekat ini bisa jahitin baju karena prosesnya lebiih ribet dibanding beli jadi. Belom ke tempat tukang kain, belom milih-milih, belom ke tukang jahit, belom lagi nunggu jahitan kelar. Yah..saya terima aja.

Lain lagi dengan adek saya. Dicarinya sepatu convers di outlet sepatu. Nggak ada. Ditanyalah ke pramuniaganya. Dijawab, “Oh disini ga jual convers.” Cuma bisa melongo. Singkat cerita, adek saya itu anti beli yang lain selain convers, da n kami memutuskan pindah mall. Dibayangin aja udah males. Mall yang pertama aja udah menguras tenaga karena penuh sesak orang-orang berburu sandang lebaran yang sebentar lagi datang. Untungnya mall kedua ga se-ekstrim yang pertama, mungkin karena mall yang kedua ini lebih “berkelas”. Tapi, apa yang dicari ga ada. Outlet convers itu ga ada. Yaudah deh.. ibu saya inisiatip masuk ke brahouse, outlet yang jual pakaian dalam wanita. Disana saya dibelikan 2 bra, adik saya 2 bra dan 3 celana dalam. Yah saya masih bersyukur karena bra saya memang sudah uzur, bersyukur pula karena pulang membawa sesuatu, nggak tangan kosong.

sumber: www.hongkhpoint.com

Sudah lemah letih lesu dari mall ke mall satunya, di jalan kami terjebak macet. Luar binasa lah! Sampai rumah muka kucel, kaki pegel. Perjalanan hunting ke mall menyisakan keyakinan kalau saya lebih suka hunting foto atau naik gunung, atau touring naek motor dibandingin jalan-jalan ke mall.

Sekian live review yang sedikit ga penting dari ara.
Salam piss lof en gaol
-ARA-

Minggu, 05 Agustus 2012

Melodi pagi, di Waduk Mulur


Saat pagi menjelang, tak sempurna rasanya tanpa hirupan udara segar dan semburan matahari. Pancaran magenta hangat memeriahkan pengawal pagi seakan mengalunkan melodi. Seperti saat ini, Agil Bos menyambangi Waduk Mulur. Waduk di timur jauh kota kecil, Sukoharjo.


Udara masih kaku dengan getaran embunnya, seiring aktivitas-aktivitas manusia karamba yang seakan dikejar sinar dari ufuk timur, perlahan namun pasti. Bergegas mata menjelma lensa, merekam, mengabadikan tingkah polah alunan melodi pagi itu.



-agil-

Foto: Agilbos+Coni