Kalau lagi long distance relationship kayak sekarang ini jadi sering inget masa-masa waktu baru-baru berduaan dulu. Begitu mata melek, yang diingat pertama kali bukannya mengucap syukur dulu karena udah dikasih hari baru sekali lagi, tapi malah langsung ambil handphone. Pencet nomer pacar terus pacaran di telepon. Durasinya tergantung acara hari itu, kalau ga ada kuliah atau ga ada janji pergi kemana, biasanya suka 1 -2 jam, sampai-sampai matahari udah tinggi. Herannya habis telpon-telponan lama banget kayak gitu, siangnya ketemuan.
Jadwal siang juga ga jauh-jauh dari makan bareng, main internet bareng, ngobrol bareng, bobok bareng (eh..). Pokoknya semua bareng-bareng sampai malam hari saat waktunya pintu kos ditutup. Dan aktivitas itu dilakukan berulang-ulang tiap hari tanpa ada rasa bosen. Kadang, rutinitas makan, main internet, ngobrol, bobok (eh..lagi), diselingi dengan hunting poto entah berdua atau bareng-bareng yang lain. Kadang juga jalan-jalan nyari tempat panas buat maen air (pantai maksudnya), atau kadang nyari tempat yang dingin buat bobok bareng (bobok bareng lagi >v< hahaha). Diselang-seling lah, ga ada bosennya. Menyenangkan!
Harusnya kalau udah long distance kayak sekarang ini kan kualitas telponan jadi meningkat karena emang jarang ketemu. Tapi anehnya kualitas telponnya jadi menurun, mungkin karena yang diseberang sana lagi capek berat, padahal yang disini super duper excited. Kadang yang disana kangen berat, disini lagi bantuin adeknya bikin prakarya buat ospek. Kadang kalau pagi, yang disini harus masak, kadang yang disana ngangkut kayu (capek booo). Diakalin lah, jadwal telponnya diganti malam. Ini dia yang susah, kalau malam yang disana pasti cepet ngantuk, kalau udah ngantuk jadi cepat boring, kalau udah boring bawaannya marah-marah mulu. Alasannya sih karena yang pertanyaannya ga bisa dijawab karena ga tau jawabannya. Padahal yang disini nanya-nanya karena pengen tahu keadaan serinci-rincinya disana (makan tuh kepo! Salah sendiri haaha).
Diakalin lagi, pakai yahoo! Messenger, biar bisa ada gambarnya, biar lebi seru dan kadar kangennya bisa menguap lebih cepat dibanding hanya diobatin dengan dengar suara. Tapi rupanya manusia itu tidak hanya dapat dipuaskan hanya melihat secara visual saja, harus juga mendengar. Sayangnya, headset dan computer saya tidak dilengkapi dengan fasilitas microphone, alhasil tidak ada suara yang bisa didengar di seberang sana. Dan saya harus puas dengan ngobrol via chatting yang bakalan berujung menonton orang tertidur diujung sana karena terlalu lama menunggu saya mengetik atau karena koneksi lambat membuat tulisan saya lama terkirim.
Kabar gembiranya, ga lama lagi bakal saling kunjung-mengunjungi, jadi bisa tertebus rasa kangennya. Dan saat bertemu itu harus diagendakan rapat akbar untuk membahas masalah perkomunikasian yang nyaman yang dapat membunuh kangen.
Sekian live report dari Pamulang,
-Ara-
*gambar girl on can telephone: www.123rf.com
*gambar boy on can telephone: minimedia.com.au


0 komentar:
Posting Komentar