Selamat membaca kumpulan cerita kamii....:-)
RSS

Kamis, 09 Agustus 2012

Ke Mall? Nope!

sumber: www.123freefactors.com

Sudah dua minggu saya berpetualang sendiri (nggak sa ma Agil). Minggu lalu saya ke mall, sesuatu yang saya jarang lakukan kalau lagi kumpul sama Agil. Namun perlu diingat, sesuatu yang jarang saya lakukan itu tidak menjadi keluhan, malah sebaliknya.


Jalan-jalan ke mall itu disaster! Kaki capek, uang habis. Sesuatu yang nggak enjoy banget. Oke saya suka jalan-jalan ke pasar swalayan, t api itu beda banget sama jalan ke mall. Di p asar swalayan saya bisa kalap mata liat roti tawar pake coklat. Liat indomie rasa rending, lihat puding dan jeli. Jiwa ibu-ibunya keluar banget gitu.

Balik lagi kita bahas jalan-jalan ke mall. Teori saya tentang jalan-jalan ke mall itu disaster terbukti. Hasil dari perburuan ke mall minggu lalu itu melenceng dari yang sudah direncanakan di rumah. Saya berencana membeli blouse putih saja, sedangkan adik saya berencana beli convers. Tahu apa yang kami dapat? Kami dapat bra 4 b iji dan celana dalam 3 biji. Beda jauh kan?

Alasannya bisa begitu ada banyak. Saat sampai outlet baju-baju yang buanyak itu, saya lihat satu persatu. Kemeja simple warna putih yang jadi rapih kalo dipakai. None! Ga ada yang sesuai konsep saya. Tema baju yang dijual semuanya adalah blouse dengan bahan “kiwir-kiwir”. Bukannya saya antipasti, tapi kebutuhan saya bukan yang kayak gitu aja. Ada yang rapi, tapi warnanya ga putih dan kembang-kembang atau bergaris. Saya frustasi dan memutuskan menghentikan perburuan saya, dengan bilang: sudah ah, njahitin aja. Padahal saya tahu, saya ga bakal dalam waktu dekat ini bisa jahitin baju karena prosesnya lebiih ribet dibanding beli jadi. Belom ke tempat tukang kain, belom milih-milih, belom ke tukang jahit, belom lagi nunggu jahitan kelar. Yah..saya terima aja.

Lain lagi dengan adek saya. Dicarinya sepatu convers di outlet sepatu. Nggak ada. Ditanyalah ke pramuniaganya. Dijawab, “Oh disini ga jual convers.” Cuma bisa melongo. Singkat cerita, adek saya itu anti beli yang lain selain convers, da n kami memutuskan pindah mall. Dibayangin aja udah males. Mall yang pertama aja udah menguras tenaga karena penuh sesak orang-orang berburu sandang lebaran yang sebentar lagi datang. Untungnya mall kedua ga se-ekstrim yang pertama, mungkin karena mall yang kedua ini lebih “berkelas”. Tapi, apa yang dicari ga ada. Outlet convers itu ga ada. Yaudah deh.. ibu saya inisiatip masuk ke brahouse, outlet yang jual pakaian dalam wanita. Disana saya dibelikan 2 bra, adik saya 2 bra dan 3 celana dalam. Yah saya masih bersyukur karena bra saya memang sudah uzur, bersyukur pula karena pulang membawa sesuatu, nggak tangan kosong.

sumber: www.hongkhpoint.com

Sudah lemah letih lesu dari mall ke mall satunya, di jalan kami terjebak macet. Luar binasa lah! Sampai rumah muka kucel, kaki pegel. Perjalanan hunting ke mall menyisakan keyakinan kalau saya lebih suka hunting foto atau naik gunung, atau touring naek motor dibandingin jalan-jalan ke mall.

Sekian live review yang sedikit ga penting dari ara.
Salam piss lof en gaol
-ARA-

0 komentar: