Sekiranya sudah lama aku tidak berkejaran dengan hujan. Padahal tidak terlampau lama tapi dulu, sering aku diburu hujan. Ketika pulang dari mana, bergerak ke tempat baru, atau menyengaja bepergian, bahkan berangkat ke mana pun sering kali dihujani.
Sekarang rintik-rintik itu jarang sekali menyapaku, ada sedikit rindu, karena disetiap hujanku sangat kaya dengan cerita-cerita yang tidak gampang untuk sirna. Masih terekam, sempurna. Ya...hujan pernah mengantar kami ke puncak jawa dwipa. Hujan pula yang menggiring kami ke pertunjukan tengah kota. Pernah juga, kami di kuntit awan kelam hujan, sampai berputar-putar lima kota.
Awan dan hujan katanya sering berdua, ya benar kita sering bertemu dengan mereka kan? Saat di ujung hari tahun itu hingga babak baru tahun berikutnya kita dibuat tak berdaya, namun senyum kecil kita tetap tersungging.
Tapi hujan juga pernah jadi petaka, ingatkah kala itu...ahh lupakan. Toh buat apa diingat, sedikit bolehlah untuk direnungkan. Tidak baik menyalahkan hujan, apalagi benci. Karena hujan selalu dekat dengan kita, hujan setia menyapa kita.
Hujan di kota lama, hujan di bis kota, hujan di sepeda, hujan di tempat
gulita, di manapun kita tak bisa menghindar darinya.Sekarang, apa kau
rindu padanya...?
0 komentar:
Posting Komentar