Dulu, waktu jaman sekolah dulu,
saya sempat merasa iri saat melihat teman-teman mendapat hadiah boneka dari
teman laki-laki. Dalam hati saya bertekad kalau suatu hari nanti saya juga akan
menemui saat mendapat boneka.
Dan saya punya pacar. Pacar yang saya
sayang sampai ke dalam tulang *biar dibilang lebay*.
Dan ternyata harapan yang bisa
dibilng tekad itu belum pernah kesampaian sampai sekarang. Sampai saya
menginjak 1/4 abad. Tetapi, saya tak merasa kecewa sama sekali. Mengapa? Begini
ceritanya.
Kami terpisah 600km. 600 kilo itu
sejarak dengan 12 jam dengan bus, 11 jam dengan kereta, 55menit dengan pesawat,
dan tidak bisa dilakukan dengan kapal laut karena memang tidak wajar. Setelah
sebulan penuh air mata karena lama tidak bertemu, stress pekerjaan yang
menumpuk, dan kangen yang tidak terbendung, tibalah hari ulang tahun saya.
Jujur keinginan akan boneka tidak muncul saat itu. Sama sekali tidak. Saya
hanya ingin bertemu, bicara-bicara dan bicara. Dan dia datang mewujudkan
keinginan itu. Iya. Dia, si Agil bos datang ke Pamulang.
Awalnya saya tidak tahu sama
sekali. Saya hanya menelponnya ditengah ritme pekerjaan yang tidak ada jedanya
setelah lembur di hari libur nasional. Its really suck! Saat saya menelpon
suaranya dilatarbelakangi suara deru kereta. Saya penasaran. Saya tanya. Saya
pikir dia sedang hunting foto seperti biasanya. Dia jawab: Klaten|hunting kok
jauh sekali|mau hunting ke Pamulang|dan saya terdiam histeris.
Histeris saya mereda. Setelah
semalam penuh air mata, yang tidak perlu dijelaskan disini, rahasia kehidupan
rumah tangga *hahahaha*. Berganti dengan tarikan di ujung bibir sepanjang hari
penuh walau sabtu-sabtu tetap masuk kantor yang tidak melakukan apapun karena
ibu manajer punya janji yang lebih penting dibanding janji dengan tim saya
(sia-sia meninggalkan pacar yang bela-belain
datang ke Pamulang).
Saya mendapat hadiah yang super
duper istimewa. Kangen terobati. Sudah tidak low bat lagi. Boneka jauh tidak berarti dibanding kehadiran ucui
marucui. Setelah kejutan yang menggembirakan yang sangat jauh lebih berharha
dibanding boneka. Dia bawa satu lagi kejutan. Ditambah satu hysteria.
Agil mengeluarkan album foto yang
difoto, didisain, dijilid, dan diberi puisi. Semua dilakukannya sendiri. Bukan
hiperbola, saya berderai-derai seperti habis mengiris bawang Bombay.
Terharu-biru. Jatuh cinta yang luar biasa.
Setelah puas menyiksa saya dengan
derai air mata. Dikeluarkannya sebuah bungkusan lagi dari kantong hitamnya. Dan
saya disuguhi hysteria. Betapa tidak. Kamera plastic canggih keluaran brand
ternama dengan lensa yang bisa berputar 180 derajat yang dapat menghasilkan
foto panorama yang luar biasa, cita-cita saya! Dan bagaimana saya menolak untuk
tidak histeris.
Ya, agil bos telah mewujudkan
cita-cita disaat saya sedang asik menabung untuk membelinya. Amazing banget
kan. Disaat yang sama juga meluruhkan cita-cita saya akan boneka. Satu
diwujudkan, disaat yang lain dilenyapkan. Happy ending yang pasti.
n.b. kemampuan menulis dan gaya
bahasa saya jadi ga asik setelah
berkutat dengan working paper
-Ara-

0 komentar:
Posting Komentar