Saat kita pergi ke tempat baru, tentunya itu menjadi pengalaman yang sangat mengesankan. Kurang puas rasanya jika kita hanya mengingatnya di kepala, mungkin suatu saat karena keterbatasannya akan lupa. Makanya Agil bos selalu bawa kamera kemanapun, minimal kamera hp.
Kebetulan Agil bos sering bawa kamera berbahan bakar film. Orang-orang dulu menyebutnya klise. Ya...kamera lama itu yang sering dibawa-bawa Agil bos. Seperti kemaren waktu beberapa jam terdampar di Stasiun Jenar, Purworejo.
Sambil nunggu kereta yang datang jam 6 sore, maka Agil bos segera merencanakan modus operandi jeprat-jepretnya. Kamera disiapkan, roll film dipasang. Dari sini belum ada yang janggal. Semua momen tak terlewatkan, terekam sempurna...mungkin.
Sore tiba, kereta menghampiri, prameks jurusan kutoarjo-solo kutumpangi. Sedikit curang, kereta yang lewat dari timur menuju Kutoarjo kucegat dan kumasuki. Tau alasannya? Ya, karena iseng dan memang kereta itulah yang nanti datang dari barat mengarah ke kota yang kutuju.
Bukan yang pertama naik kereta, namun pengalaman ini yang pertama. Istilah baru, langsir. Kereta seketika senyap penumpang keluar, dan tak sedikit yang berjejal masuk. Dalam hitungan menit semua lampu gelap. Dipojok-pojokan berderet sinar membias muka-muka, sinar hp. Cukup memberikan nuansa kunang-kunang di hamparan sawah, seperti dulu saat aku SD. Masih terkenang, dan dengan cepat buyar, nyala lampu menggantikan terang kunang-kunang. Mesin meraung, kereta berderik, mata meliha ke samping. Lalu bertanya, yang bergerak keretaku atau yang di pinggir, yang menuju jakarta?
Kupastikan kereta berjalan mundur, decak girang keluar melalui bibirku, terkembang. Langsir, belum lama melihat, baru sekarang bisa merasakan. Pertama berjalan pelan, mundur seperti mengambil ancang-ancang, kemudian beberapa saat meluncur ke depan.
Tidak ada salahnya menengok ke belakang untuk melanjutkan tujuan ke masa depan, seperti sekarang ini. Film sudah habis, detik yang berjalan hari ini berhasil aku rekam. Kugulung balik, kumasukkan alat cuci nya, proses, tunggu sebentar bilas, liat hasilnya...
Astaga, hilang, gelap, hanya tersisa di kepala, aku kurang suka, semua yang dikepala ada batasnya aku tau itu. Langsir, berpikir ke belakang, aku pasang roll yang terlampau usang, dan aku begitu girangnya dan yakin bisa membantu ku mereka ulang kejadian siang hingga sore itu. Sialnya, kemujuranku habis, ihwalku film yang sama pernah aku pakai, dan memunculkan kebanggaan saat melihatnya, bak seorang ayah yang melihat anaknya yang baru lahir, --mengambil istilahnya ara bos--
Tidak apalah, menghibur diri, setidaknya rekaman itu berhasil aku copy ke ara bos, sedikit mungkin secuil, dan sepotong lagi masih bersisa di kepalaku, sisa yang lain hilang bersama film kedaluwarsa pemberian orang.
Wah malah jadi cerpen...intinya mulai saat ini Agil bos dan Ara bos musti make film yang ideal buat motret momen spesial, maen aman. Film kedaluwarsa dipake buat eksperimen atau acara yang bisa di ulang aja.
Tips motret pake film
-- cek fungsi kamera
-- gunakan film fresh
-- film expired dipake saat acara yang kurang spesial atau saat eksperimen saja
-- sekian..jika ada tambahan nanti di update
Kamis, 07 Februari 2013
Langsir itu mundur sedikit, lalu maju melesat
Posted in |
20.30 | by aragilstory
agil bos--with jenar station
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar