Selamat membaca kumpulan cerita kamii....:-)
RSS

Kamis, 31 Desember 2015

Ceritamu yang lalu

Ceritamu yang lalu
Trenyuh bacanya, perjuanganmu untuk menyatu menjadi -kita-

...
banyak hal yang ingin aku sampaikan,
tapi aku tak ingin membuatmu menangis.
banyak keinginan yang ingin kugapai,
tapi tak seluruhnya kuutarakan.
rasanya begitu pedih di dalam sana.
rasa yang tak pernah kurasa sebelumnya.

aku ingin menggeliat dari rasa sakit ini,
ingin merengkuhmu sepenuhnya,
menjadikan mimpi dan harapanku nyata
tapi aku terlalu menyayangimu.
aku terlalu melihat melalui matamu.
aku terlalu merasa dari rasa hatimu.
maka, aku membuat diriku nyaman dalam rasa ini.
lebih baik rasanya, bergelimang dalam rasa ini,
tapi tetap disampingmu, atau..,
membuatnya selama mungkin disini.
ya, sesuatu yang mempunyai batas.
sesuatu yang pasti akan berakhir, kita berdua tahu.
dan kita berdiam dalam kenyataan.
mencoba untuk bermimpi. menjalani nyata dengan mimpi.

aku takut menatap esok,
padahal esok terus bergulir.
aku enggan membayangkan kata nanti,
tapi seringkali aku mengutarakannya biar kita tersadar dan tak terlalu terbuai.
maafkan aku, jika seringkali hal ini mengganggu tidurmu.

aku iri.
iri pada mereka berdua-dua.
mereka tersenyum pada esok.
sedang aku hanya berani tersenyum pada kemarin.
mereka berani dan semangat membicarakan esok.
aku bersemangat mengulas lalu.

aku harus berteriak pada siapa?
aku harus mengaduh pada siapa?
aku tak berani padamu.
aku tak berani menatap tetesmu yang menggenang saat ku memulai sesuatu ini.
aku ingin melakukan sesuatu, tapi aku tak tahu.
aku ingin lari sekaligus ingin disini.
kau adalah jangkarku. aku tak bisa pergi sedang jangkarku berlabuh.
aku seperti anak bayi yang basah popoknya.
menangis tak nyaman, tapi tak mengerti bagaimana menjadi nyaman.
sayangnya, tak ada yang beranjak mengganti popokku.
jadi aku hanya bisa begini.
bergelimang rasa ini.
sampai untuk berdoa pun aku bingung harus meminta apa.
akhirnya aku tak meminta apa-apa atas rasa ini.

(aku ingin berkata aku tak sanggup,
tapi untuk itu pun aku tak mampu)


Rabu, 30 Desember 2015

ujung dan pembuka tahun

Tanggal sudah di 30, bulan sudah Desember. Selamat tinggal 2015, selamat berjumpa 2016. Setelah perjalan kita yang lumayan panjang dan melelahkan. Tahun 2016 kita citakan menjadi tahun pengharapan cita dan cinta kita. Penuh doa penuh harapan kita sematkan untuk tahun 2016 ke depan. Tempat cerita ini moga makin ceria, makin berwarna dengan peristiwa-peristiwa tak terduga. Kejutan pasti kita dapat, jangan pernah bosan untuk sekedar menengok tempat ini. Seperti sekarang ini, terima kasih untuk pengalamannya. Perjalanan yang menguras mental dan emosi juga finansial, tapi bisa kita jadikan catatan ke depan. Memang tidak mudah tidak semua sesuai rencana kita, kedepan kita rencanakan lagi dan lagi sampai kita bisa tertawa bersama lagi. Jangan pernah bosan..

Sabtu, 26 Desember 2015

Kereta malam

Kakimu sedang di pangkuanku. Jadi ingat saat pahaku menerima beban kepalamu. Tidak tahu sama nyenyaknyakah dirimu. Sekarang dengan yang dulu. Yang ku tahu sama dengan yang dahulu. Bedanya aku masih terjaga, tak seperti pagi itu. Aku sedikit acuhkan lelap mimpimu. Sesekali kau membenarkan posisi tidurmu. Kaget, namun aku pasang muka cuek melanjutkan cerita ini. Cerita di kereta malam. Malu juga kalau ketahuan di tengan perjalanan, di tengah cerita yang menceritakan kepulesan tidurmu. Samping-sampingku sudah memasang posisi masing-masing. Membaca buku, khusuk tertidur, main hape, ngobrol sana-sini. Aku sendiri diantara mereka menarikan kedua jempol kanan kirkku memencet menyenggol tombol-tombol hape. Blogger yang jarang tersentuh ini tak terasa akan berganti tahun. Penghujung bulan di tahun 2015. Kuintip ke kiri, sepertinya kau mulai terjaga, mungkin juga pura-pura merem. Aku diam sambil perlahan menyimpan tulisan ini. Selamat malam








Rabu, 25 November 2015

November Rain

Sok england nih, padahal cuma mau cerita hujan. Air mulai bersahat lagi, apalagi udah sampe penghujung tahun. Hampir tiap hari aku bertemu denganmu wahai air. Air hujan, air genangan, air pancuran, makin dekat, makin rapat. Baju pakaian menjelma bebauan, karena kecipratan air hujan. 

Gelegar dilangit terdengar bergantian, mengira-ira sedang apa dirimu. Seolah berulang, kita terpisah ruang lagi. Terbatas jarak lagi. Hujan membawa pesan, karena dalam hujan malam ini, keselipkan kenangan untukmu di sana. Kenangan-kenangan kita bersama hujan

Senin, 17 Agustus 2015

Dolphin vs Predator

Senin, 10 Agustus 2015

Terlewat

Ternyata sudah sejak Februari ga mampir sini. Itu berarti maret april mei juni dan juli 5 bulan terlewatkan. Cepat waktu mengejar aku dan kamu. Baru ku mulai lagi agustus yang hampir menemui tengahnya. Akupun terengah melihat banyaknya ruang kosong ini. Ada banyak janji belum kutepati. Mengisi kolom-kolom cerita bulan yang lalu, bahkan minggu yang lalupun aku luput.

Seru bisa mulai kembali, ingin juga seperti dulu bebas kemana saja keluat dari rutinitas pembantai hari. Sekarang hari begitu cepat berganti. Bangun, tidur, tidur dan bangun lagi. Sampai-sampai berbulan-bulan terlewatkan begitu saja tanpa tulisan kita.
Sengaja aku mulai mengetik, memainkan jempol kanan dan kiri seolah asik bermain game. Siapa tau kau mampir lagi ke sini, mulai menulis seperti kebisaanmu waktu yang lalu. Kenapa tidak kau lanjutkan. Padahal itu bisa jadi pundi-pundi yang mengasikkan.

Aku juga pernah bermimpi jadi penulis keren, tapi memang aku orang yang malas. Harus banyak baca, aku tau benar, tapi tidak aku kerjakan. Lebih seru nonton tv kala itu. Sekarang sepertinya rasa itu muncul kembali, baca baca baca. Apapun harus ku baca. Niatan ini memang timbul tenggelam. Seperti busa di laut yang terombang ambing oleh gelombang.
 Rencana tinggal rencana, banyak bulan yang terlewatkan. Tapi aku masih bisa girang, sayang. Karena aku janjikan untukmu, tak akan ada yang terlewatkan untuk selalu bersamamu.
 -al****di 10aug15-

Musti lebih rajin baca, apalagi menulis













Sabtu, 28 Februari 2015

antara sudirman dan sudimara

....