Ceritamu yang lalu
Trenyuh bacanya, perjuanganmu untuk menyatu menjadi -kita-
...
banyak hal yang ingin aku sampaikan,
tapi aku tak ingin membuatmu menangis.
banyak keinginan yang ingin kugapai,
tapi tak seluruhnya kuutarakan.
rasanya begitu pedih di dalam sana.
rasa yang tak pernah kurasa sebelumnya.
aku ingin menggeliat dari rasa sakit ini,
ingin merengkuhmu sepenuhnya,
menjadikan mimpi dan harapanku nyata
tapi aku terlalu menyayangimu.
aku terlalu melihat melalui matamu.
aku terlalu merasa dari rasa hatimu.
maka, aku membuat diriku nyaman dalam rasa ini.
lebih baik rasanya, bergelimang dalam rasa ini,
tapi tetap disampingmu, atau..,
membuatnya selama mungkin disini.
ya, sesuatu yang mempunyai batas.
sesuatu yang pasti akan berakhir, kita berdua tahu.
dan kita berdiam dalam kenyataan.
mencoba untuk bermimpi. menjalani nyata dengan mimpi.
aku takut menatap esok,
padahal esok terus bergulir.
aku enggan membayangkan kata nanti,
tapi seringkali aku mengutarakannya biar kita tersadar dan tak terlalu terbuai.
maafkan aku, jika seringkali hal ini mengganggu tidurmu.
aku iri.
iri pada mereka berdua-dua.
mereka tersenyum pada esok.
sedang aku hanya berani tersenyum pada kemarin.
mereka berani dan semangat membicarakan esok.
aku bersemangat mengulas lalu.
aku harus berteriak pada siapa?
aku harus mengaduh pada siapa?
aku tak berani padamu.
aku tak berani menatap tetesmu yang menggenang saat ku memulai sesuatu ini.
aku ingin melakukan sesuatu, tapi aku tak tahu.
aku ingin lari sekaligus ingin disini.
kau adalah jangkarku. aku tak bisa pergi sedang jangkarku berlabuh.
aku seperti anak bayi yang basah popoknya.
menangis tak nyaman, tapi tak mengerti bagaimana menjadi nyaman.
sayangnya, tak ada yang beranjak mengganti popokku.
jadi aku hanya bisa begini.
bergelimang rasa ini.
sampai untuk berdoa pun aku bingung harus meminta apa.
akhirnya aku tak meminta apa-apa atas rasa ini.
(aku ingin berkata aku tak sanggup,
tapi untuk itu pun aku tak mampu)
Kamis, 31 Desember 2015
Ceritamu yang lalu
Posted in |
00.33 | by aragilstory
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar