Selamat membaca kumpulan cerita kamii....:-)
RSS

Senin, 11 Juni 2012

Twins kuma, the magical camera...


Kami aragil baru aja mendapatkan dua kamera mungil yang charming. Kamera kembar yang menggemaskan ini kami panggil Kuma. Kuma bersaudara ini masuk ke dalam jajaran kamera lo-fi yang dicari-cari. Bentuknya yang kecil mudah dibawa kemana-mana dan spesifikasinya yang luar biasa karena dipersenjatai lensa wide angles 22mm.


Bagi aku (agil bos) kamera keluaran Superheadz Tokyo ini cukup kecil dalam genggaman. Pertama aku mengalami sedikit kesulitan untuk membuka film chamber. Maklum jari lelaki terlalu besar untuk kamera ini. Namun setelah diajak jalan-jalan nge-roll, jari yang besar tak akan jadi soal.


Secara teknis kamera ini didesain untuk mereka yang suka motret landscape, pas banget buat aku. Lensa 22mm dengan bukaan aperture f/11 akan memanjakan seorang yang hobi menangkap momen-momen indah di belahan bumi Indonesia. Jarak terdekat sekitar 1,2 meter hingga infinity. Untuk shutter speed, kamera ini hanya ada satu pilihan 1/125.


Si mungil kuma memang sangat minim fitur. Mulai dari tidak adanya pengaman lensa, dan tidak dilengkapi pengunci tombol shutter menjadikan kamera ini kurang sempurna. Untuk dibawa ke pantai misalnya, kita harus hati-hati menggunakannya. Kucoba mengakali dengan membuat lens cap dari tutup bekas tempat roll film. Tinggal diberi doubletape lensa aman dari debu yang mengganggu. Untuk menghindari shutter tertekan secara tidak sengaja, tips yang aku saranin yakni janganlah mengokang film sebelum benar-benar mau dijepretkan. Terakhir kita musti hati-hati dengan jari tangan kita, bisa-bisa masuk frame.


Kami menamai mereka kumako dan okuma. Samapai sekarang kami masih mencoba mengeksplorasi kuma bersaudara ini berdua, mengabadikan momen dan tempat yang indah selebar mata memandang.

Wide lens with you—ara



kumako dan okuma




-agil-

0 komentar: