Kamera Instan, satu jenis kamera yang pernah melegenda pada tahun 80 sampai 90-an. Brand yang termashyur hingga penjuru dunia yakni Polaroid. Saking termahsyurnya, Polaroid menjadi ikon dan menjadi istilah untuk kamera langsung jadi ini. Kamera Polaroid menurut saya sangat menarik. Setelah saya ingat-ingat, saat itu tahun 90-an para juru foto banyak yang menggunakannya, terutama di daerah-daerah wisata. Saya punya satu frame merekam om saya di Pantai Parangtritis. Sayang sekali keterangan foto tidak tertulis komplit.
Mengingat sejarah kamera polaroid yang demikian hebatnya, lantas timbul pikiran untuk memilikinya. Saat ini kamera polaroid sudah menjadi barang yang langka, kalaupun ada terkadang harganya di luar nalar mahasiswa :-). Tapi, mungkin jodoh atau apa, saat kami jalan-jalan kemudian mampir di sebuah studio foto kenangan. Studio foto yang mengabadikan wajah saya untuk rupa buku rapor SD. Setelah bernostalgia, mata kami tertuju pada sebuah benda berbentuk kotak dan hitam legam. Kami meraihnya dan menemukan kamera polaroid jenis business edition tak berpikir lama, kami langsung mengadopsinya. Wajahnya imut, hitam manis komplit dengan kardusnya bahkan buku manual serta kartu garansi. Uang tebusannya pun tidak jauh berbeda dengan harga persalinannya dulu, yang 200 ribu. Saya tahu, karena masih tertera di situ.
Kami memberinya nama Ola. Saat tulisan ini terekam di sini, ola belum telah menemani kami ke Magelang dengan alam waisaknya, Keraton Kasunanan di Solo, dan terakhir Pantai Pok Tunggal Gunung Kidul. Tentunya masih banyak tempat yang belum dikunjungi kami dan Ola. Selama masih ada tempat untuk disinggahi, selama itu juga Ola akan menemani.
Setiap selesai perjalanan dan tiba di rumah. Ketika kami kembali membelai anak-anak. Satu bisikan untuk mu Ola, “rekam setiap momen indah kami”.
-Agil-




0 komentar:
Posting Komentar