Selasa, 31 Desember 2013
Rabu, 25 Desember 2013
Jumat, 13 Desember 2013
Tidak Terasa
Senin, 25 November 2013
pertama dan kedua
Seru memang jika melihatnya, tapi menyeramkan ceritanya
makhluk tak kasat mata ala manca
banyak pasang mata tergoda, kamu juga, apalagi dia
aku? sibuk dengan duniaku, lupa memikirkan maumu
maaf...mungkin bosan kedengarannya, tapi apalagi
cerita itu memang seram, lebih seram lagi kalau masuk ke dalam mimpiku
sudah kubuang ketakutanku, karena itu tak nyata, tak juga maya
samar-samar hanya terdengar keasikan dari ceritamu
aku penasaran, cerita apa itu?
tak lama aku tau, tapi tak sepenuhnya mengerti
maaf untuk yang pertama
fiksi tapi ilmiah, kesukaanku diwaktu-waktu yang lalu
cerita yang menggebu, diselingi drama peperangan
kita menamakannya pilihan, saling melawan, baik dan buruk
lagi-lagi aku tidak tahu, kalau saja kau tak mencerewetiku
banyak yang berkata bagus, kamu juga, mungkin juga dia
aku mengangguk pelan, menelan ludah mengira ira setting dan latarnya
tak terbayangkan, maaf, aku tak bersamamu
maaf untuk yang kedua
sedihmu bingungmu marahmu sukamu atau malah ketidak sukaanmu mungkin muncul kali ini
maaf telah menjadikan kata maaf sebagai dalihku untuk menulis.
si peminta -maaf-
Senin, 18 November 2013
November: harus percaya !!!
Kamis, 31 Oktober 2013
Cemburu
Kapan pertama kali aku menulis tentangmu, tentang kita
Jumat, 25 Oktober 2013
Pasangan Rindu
oktorber ini
menuju kembali ke dekatmu
berbeda jalur satu tujuan, kamu
siang menemani, tapi dingin menyelimuti
duduk terdepan, sendiri
hanya bisa menatap jauh bayangmu dipantulan jendela kereta
pagi berganti senja, mendekatkan aku dengan senyummu
kutapakkan kaki ditanah baru, stasiun gambir
hilir mudik memecah kerinduanku
saat keluar pintu stasiun, langit menjingga
udaranya jauh berbeda, seperti kabut yang bercampur asap knalpot
bergegas aku menuju titik perjanjian, tanahabang
nama stasiun penuh kenangan
kutunggu, kuawasi satu persatu setiap pasang mata yang datang
lama tak ku risaukan, sebab aku menungguimu
aku lihat satu bayangan berkelebat
aku harap dirimu, aku ikuti tapi bayang itu menjauh
aku tersenyum getir, bukan kamu, kuteruskan menunggu
tentu ada waktunya, tak lama setelah itu, aku temukan senyummu
manis, rinduku perlahan meleleh
bertemu hangat pancaran matamu
rinduku perlahan mulai berirama, karena menemukan rindu pasangannya
--kang
Jumat, 06 September 2013
September -katanya- Ceria (Ditelepon Panitia)
Kamis, 05 September 2013
Kirab Gerobak Sapi Klaten
Kirab gerobak sapi pagi itu diadakan dlapangan ............. nanti aku editya nama lapangannya. Harinya sabtu, lapangan dipenuhi gerombolan sapi dan pedati. Tampak akur berbaur sapi dan majikannya. Aku datang tepat menjelang acara. Alat aku siapkan. Mata kemana-mana mencari rona yang tidak biasa agar menjadi bidikan istimewa......bersambubg
Kamis, 29 Agustus 2013
Merdeka!!!
Selasa, 13 Agustus 2013
Enam Hari Lima Malam
Detik ini kau melayang-layang menuju tempat kesayangan, Pamulang
Terimakasih untuk enam hari lima malam ini
Enam hari, panas meraja
Lima malam, dingin mencekam
Pagi datang, pertama kucari pasti siapa. Siapa itu tentu kamu. Siapa lagi kalo bukan dia, dia itu kamu. Bergegas mandi, rapi, wangi, siap menuju ke mana. Motor dikunci, untuk segera diajak mengitari mengunjungi yang jarang didatangi. Saudara tua, saudara lama, saling bertemu bertukar sapa.
Sampai di pertengahan kelaparan, mampir sebentar ke tempat tukang sate. Tinggal tong dan seng, namun tanpa karat sedikitpun. Siapa sangka di sini juga kita bertemu minuman yang entah bagaimana rasanya, aku belum tahu, dia Saparella. Berbotol seksi mirip gitar spanyol, bersemboyan exlusive drink. Sudah lama rasanya merasakan makan bersama, saling bersampingan.
Pulang, ke rumah baru. Bertemu debu, tapi seru. Kita duduk di beranda menunggu yang lain. Perlahan satu datang, dua menyusul, lama-lama lengkap. Rumah kembali meriah, ada berbagai macam polah tingkah lucu. Sampai pada sore, aku kembali membelakangimu di jalanan kota kecilmu. Kau berpegang di belakang, erat. Malam kembali datang semua terpejam. Hari baru segera tiba, sabtu.
Udara masih sama seperti beberapa hari yang lalu, siang tapi anginnya dingin sedangkan hawanya begitu menyengat. Membuat badan harus bertahan lebih kuat. Hari ini beberapa orang harus pulang, pasti jadi sepi. Tidak kemana-mana, berdiam di rumah, bertahan dari udara tak bersahabat. Kamu masih belum seperti sedia kala, sedikit anget. Obat-obatan sedikit membantu, makanan mulai bisa tercerna. Aku ikut senang, kala sore itu senyummu kembali terkembang, seperti senja saat itu, mempesona. Aku tak jadi pulang.
Sebentar lagi semua akan kembali, kau ke rumah aku juga begitu. Semoga tidak akan lama, kita musti berjumpa lagi. Terimakasih untuk enam hari lima malam ini...
Selasa, 06 Agustus 2013
Dia memang baik
Dia memang baik
Senin, 05 Agustus 2013
Belalai Kupu-kupu
Belalai kupu-kupu
Teman mimpi tidurmu
Belalai kupu-kupu
Kata mesra untukmu
Belalai kupu-kupu
Semoga ingat selalu
Jangan pergi jauh-jauh
![]() |
| Waduk Mulur Pagi Hari-SuperHeadz UWS |
Menunggu pagi
Mengharap cepat menjalar
Mata tak berteman, bebas menerawang
Pagi ini sepertinya pagi tak bertuan
Ku tunggu pagi
Kuharap cepat, tapi apa
Seperti tak bergerak
Sepagi ini aku merenungimu
Semua berdebar tapi diam
Menambah beku pagi ini
Mata mata ku mengembara
Lepas tak berarah
Cepatlah kembali, buka binar kelopak matamu
Kembali ke dadaku
Tak rela kau pergi jauh-jauh dariku
Kamis, 01 Agustus 2013
Empat Datang Empat Pergi
Selasa, 23 Juli 2013
Balon warna-warni (Permintaan tentangmu)
Senin, 22 Juli 2013
Menunggu Purnama
Menunggu purnama
Malam berlanjut kelam
Padahal aku berharap terang rembulan
Suara angin, dingin menerpa mukaku
Yang terpaku, membisu tiada kawan
Melainkan hanya gerombolan awan tepat di hadapan
Kulihat sekeliling, seolah-olah berpaling
Masih kelam, semakin dingin, awan hitam menggumpal
Aku berdiri, aku terpaku, aku terdiam, di tempat ini, karena
Aku masih menunggu purnama
Entah malam ini atau lusa...purnama itu
Kamis, 11 Juli 2013
Pusara-pusara saudara
Selasa, 09 Juli 2013
Menemuimu
Minggu, 23 Juni 2013
StreetPhoto
Mulai nulis lagi. Mulai bercerita lagi. Hasil mampir dari acaranya temen pegiat fotografi di Solo. Srawung Fotografi, nama gerakannya (kalau salah tolong diralat). Malam tanggal 20 Juni '13 pas banget yang dibahas tentang street photografi, fotografi jalanan, terjemahan kasar, hehehehe.
Seru memang, disuguhi foto2 dengan kualitas tinggi, foto dengan daya imaji dan gaya tutur yang mengusik nurani. Foto jalanan yang tak sekedar objek di jalan, atau manusia dan bangunan. Tak sekedar rekaman autentik kejadian suatu masa, suatu fakta peradaban manusia. Melainkan ungkapan fotografer memaknai sang waktu yang misterius, yang tak pernah berputar balik, semuanya maju.
Di sini sudut-sudut pandang itu terbentuk. Akibat dari waktu yang berjalan maju, semua tampak sempurna, aktivitas membeku pada satu detik tertentu, dilanjutkan detik berikutnya begitu seterusnya. Menarik genre foto ini, sejarah, fakta perjalanan waktu, saksi hidup, bukti autentik, semua itu kita cipatakan sendiri, melalui satu jari telunjuk kita, ayo kapan lagi. Sebelum detik berganti kedetik berikutnya, tekan rana dan jadikan satu detik yang berarti. Saatnya menjadi bagian dari sejarah.
Senin, 03 Juni 2013
Cod -- Cerita Orang Dagang
Jumat, 31 Mei 2013
Otak berangan, jari menari: Menulis
Seru memang menulis. Apalagi menulis apa yang kita suka. Apa yang kita alami. Sekarang menulis jadi hobi yang makin jarang, itu sih menurutku. Mungkin malah sebaliknya. Kemudahan fasilitas pendukung untuk menulis mungkin jadi salah satu kegiatan ini menjadi tambah asik.
Dulu setidaknya perlu kertas dan pensil untuk menuangkan ide tulisan kita. Kalau mau lebih canggih dikit, kita musti mantengin layar 14inchi, alias komputer. Berbeda dengan sekarang. Menulis bisa dikerjakan kapan saja dan dimama saja. Mulai dari yang tradisional hingga make smartphone. Semuanya sangat membantu mempercepat mengalirkan ide di otak menjadi sebuah tulisan.
Seperti sekarang ini, aku hanya membiarkan jari-jariku memainkan tuts di layar benda kotak berdimensi 7in. Tak ada kerangka yang runtut seperti teori bahasa seperti ketika aku SD. Semua kubiarkan berjalan. Otak berangan, jari menari, kuharap suasana seperti ini selalu terjadi.
Keluarga Inci (Bertambah)
Pagi ini jadi pagi yang beda dari pagi-pagi yang kemaen. Keluarga inci bertambah, menjadi 8. Anak inci masih merah, belum paham appun. Gerak-gerak mereka lucu, sedikit geli hampir mirip anakan tikua. Belum berbulu, rentan predator dan penyakit. Ketakutanku terjadi, satu anak inci berdarah-darah. Kakinya luka, aku evakuasi, keesokan harinya inalillahi. Lima bersaudara, berkurang jadi empat saudara. Akan kujaga, tekadku bulat, tapi apa daya. Indukan yang baru sekali melahirkan jadi satu sebab anak-anak inci kurang kuat beradaptasi, tentunya aku juga, baru sekali ini.
Sampailah saat dimana si anak inci dalam kesendirian, 2 minggu tumbuh rambut dan mulai membuka mata, melihat realita. Semoga cepat besar anak inciku.
Pukul satu
Dulu sering kita bertemu suara
Selain kita ada juga teman lain
Pasti tak kau kira mereka siapa
Tentunya rona rembulan, parade jangkrik, bahkan loncatan turun naik melodi katak
Pagi buta, kadang menjelang tengah petang kita bercengkerama
Mondar-mandir tak jelas obrolan kita
Kadang kalah dengan mata yang semakin redup
Hingga dari kita terpejam dan diam
Pukul satu kita bersatu dalam malam
Barisan Kata
Katamu kau rindu puisi-puisiku
Aku hanya tersenyum
Dari mulutmu perlahan berucap
Berkilah tentang puluhan kata yang pernah kujejerkan rapi untukmu
Aku hanya berpikir
Kau bertanya, sudah ingat?
Aku kembali tersenyum
Kau lanjutkan bercerita, tapi yang kudengar kata-kata manja
Dalam hati, aku ingin sekali berjumpa
Rabu, 01 Mei 2013
Inspirasiku
Jariku mulai mengeja
Kata demi kata
Kubayangkan, aku sedang mendekapmu malam ini
Bau rambutmu sangat menggoda
Sesekali sepertinya kamu hendak meronta
Dalam malam aku tersenyum
Mengembara bersama inspirasiku
Ya, hanya dirimu
Selasa, 30 April 2013
Keluarga Inci
Hari itu 14 April, inci-inci datang. Satu cowok yang tiga cewek. Warna pirang yang cewek dua, satunya mirip cowoknya. Selang beberapa hari manjanya makin keliatan. Sekamar ada yang berdua, sempit desak-desakan. Hobi makan, dan gemar tidur. Beberapa hari begitu terus.
Seminggu berlalu, kangkung jadi makanan favorit mereka. Tingkahnya makin lucu. Namun si cowok kasian. Mata kanannya sakit, mungkin gara-gara kandangnya ga aku bersihin tiap hari. Positif sakit mata kelinciku, obatnya seperti obatku kata sumber dari dunia maya. Beli yang murah ga mempan, setelah dikasih yang mahal ternyata manjur. Berangsur sembuh, hingga kini.
Kebersihan dan menjaga makanan menjadi kunci berteman dengan mereka. Katanya, cewek yang warna abu-abu lagi hamil. Artinya sekitar 3 minggu lagi maksimal, keluarga inci ku akan bertambah...horeee.
Ceritaku
Amin
| -aragil- |
Minggu, 21 April 2013
Jendela Dunia, itu buku...
Buku, entah sejak kapan mulai gandrung dengan benda ini. Apalagi kalau ada kata fotografi, photografy, fotography, photography bermacam-macam generasi ejaan. Muncul begitu aja, sekarang semakin keranjingan, ekstrimnya ketagihan.
Bahasa belanda, bahasa Indonesia lama, baru, sampai yang sekarang ada di almari. Buku foto, ato kerennya photobook jadi target, seru memelototi karya-karya orang ternama, bahkan yang biasa pun -karya sendiri pun kadang dikagumi-.
Semua genre, praktek, teori, sampai hanya berisi foto berjejer pun masuk hintungan. Harga, sama halnya, mulai dari tiga ribu, kalau ingin tahu. Lusuh, bau debu, wangi kertas yang kadang aku pegang. Tak jarang juga ada yang bau cina heee, istilah bau barang baru kata orang-orang begitu.
Target bulan ini, minimal satu bukufoto. Amin
Agilbos ---habis dari klitian
















































